Fairy Bi

Fairy Bi

20469360602151648_n_%e5%89%af%e6%9c%ac

Cast:

Kim Myungsoo

Park Jiyeon

(Entah ini genrenya apa xD Mungkin nanti akan saya jadikan series tentang hujan, tapi belum tahu juga hehe tapi castnya Myungyeon. Ini dibuat karna saya suka sekali dengan hujan. Maaf karna sangat pendek dan tidak jelas L Happy reading ^^)

All is Myungsoo’s PoV

Aku benci hujan. Hujan membuat semua basah, bahkan tidak ada orang yang keluar saat hujan. Lebih dari itu, aku menangkap basah kekasihku tengah berciuman dengan laki-laki lain di tengah hujan dibawah sebuah payung dengan sangat intens seperti di drama-drama di TV. Hujan telah merenggut hati dan cintaku. Saat hujan turun, memori akan pemandangan menyakitkan itu kembali berputar di otakku. Padahal saat itu aku berniat untuk melamarnya setelah kami berpacaran lima tahun. Aku pun sangat ingin menciumnya di bawah hujan. Namun kenyataan tak selalu seindah yang kita harapkan.

Dan karna hujan deras ini aku terpaksa mendekam sejenak di ruang kantorku. Sebenarnya aku bisa saja pulang karna mobilku akan siap di lobby begitu mengatakan aku akan pulang. Lagi-lagi alasanku karna hujan. Hujan membuat jalanan licin dan rawan kecelakaan. Aku tidak mau mempertaruhkan hidupku begitu saja. Aku masih muda dan karierku sedang di puncak. Masih banyak yang harus aku lakukan. Dan, aku belum menikah. Yeojachingu pun aku tidak ada.

Akhirnya hujan reda juga setelah mengguyur kota Seoul selama hampir dua jam. Aku bisa kembali ke rumah nyamanku dan beristirahat dengan tenang.

Hari Minggu pagi biasanya aku habiskan dengan berolahraga, lari di sekitar kompleks rumahku. Namun lagi-lagi hujan menggagalkan rencanaku. Udara dingin yang menusuk pun membuatku enggan melangkahkan kaki dari ranjangku yang hangat dan nyaman. Hujan membuatku menjadi pemalas.

Sadar aku tidak bisa terus berbaring disini, aku melangkah ke dapur dengan sedikit enggan lalu membuat secangkir kopi. Mungkin secangkir kopi bisa menghilangkan kantukku dan menghangatkan badanku. Setelah selesai aku membawa kopi itu kembali ke kamar, membuka tirai tebal agar bisa melihat pemandangan di luar.

Pemandangan di luar sangatlah tidak terduga. Rumahku bersebelahan langsung dengan rumah disana tanpa pagar, hanya taman bunga kecil milik tetanggaku itu. Rumah itu baru saja ditempati, tetangga bilang yang menempati rumah itu adalah seorang gadis pindahan. Aku belum sempat bertemu langsung dengannya. Namun sekarang aku melihatnya. Gadis itu. Ia tengah berdiri, lebih tepatnya hujan-hujanan di taman bunga mininya itu. Tidak seperti kebanyakan orang, terutama aku, wajahnya sangat berseri-seri ditimpa rintik-rintik air hujan. Senyum tak pernah lepas dari bibir mungilnya. Detik itu juga aku terpana.

Sosoknya yang baru pertama aku lihat seolah menghapuskan memori kelam tentang hujan dari pikiranku. Dia berdiri dibawah hujan dengan dress hitam pendek, tanpa payung tanpa jas hujan. Kaki jenjangnya terkesan lebih jenjang dengan sneakers. Namun yang paling membekas diingatanku adalah wajah bahagiannya yang basah oleh rintik hujan.

Oh God! Demi apapun! Apa Engkau baru saja menurunkan dewi hujan di depanku? Bagaimana mungkin seorang manusia tampak begitu menyatu dan bahkan menikmati derasnya hujan seperti dia? Dan juga, dia mampu mengubah kesanku tentang hujan di detik pertama aku melihatnya.

Advertisements

7 thoughts on “Fairy Bi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s